Saat Natal 25 Desember 2013 di Polandia. Sebuah Hosti yang telah dikonsekrasi jatuh ke lantai dan diletakkan di dalam air agar larut, namun justru berubah memunculkan noda merah. Penelitian forensik menemukan zat tersebut adalah fragmen otot jantung manusia dalam kondisi penderitaan atau sekarat.

Peristiwa Hosti berdarah ini diakui secara resmi oleh Vatikan sebagai mukjizat. Saat ini, Relikui Ekaristi tersebut disimpan secara permanen dan dihormati di Gereja St. Hyacinth di Legnica, Polandia.
Kronologi

Pada Rabu, 25 Desember 2013, bertepatan dengan Hari Raya Natal Tuhan, sebuah peristiwa yang kemudian dikenal sebagai Mukjizat Ekaristi Legnica terjadi di Gereja Santo Hyacinthus (Kościół św. Jacka), Kota Legnica, Keuskupan Legnica, Polandia. Peristiwa ini terjadi pada saat Misa Kudus pagi.
Saat pembagian Komuni Kudus berlangsung, sebuah Hosti yang telah dikonsekrasi secara tidak sengaja terjatuh ke lantai. Imam yang memimpin perayaan liturgi segera mengambil hosti tersebut dan, sesuai ketentuan liturgi Gereja Katolik, menempatkannya ke dalam sebuah wadah kecil berisi air (vasculum) agar hosti dapat larut secara alami. Wadah tersebut kemudian disimpan di dalam tabernakel.
Beberapa hari kemudian, tepatnya pada 4 Januari 2014, ketika hendak memeriksa hosti yang direndam tersebut, para imam mendapati bahwa hosti tidak larut sebagaimana mestinya. Pada salah satu bagiannya tampak bercak berwarna merah, yang kemudian menarik perhatian karena semakin jelas terlihat. Peristiwa ini segera dilaporkan kepada Pastor Andrzej Ziombra, pastor paroki Gereja Santo Hyacinthus.
Setelah menyaksikan sendiri perubahan yang terjadi pada hosti, Pastor Andrzej Ziombra melaporkan peristiwa tersebut kepada Mgr. Stefan Cichy, Uskup Legnica saat itu.
Menyadari pentingnya peristiwa tersebut bagi kehidupan Gereja, Uskup Stefan Cichy memutuskan untuk memulai penyelidikan resmi sesuai prosedur kanonik Gereja Katolik.
Tidak lama kemudian, Uskup Stefan Cichy membentuk sebuah komisi penyelidikan yang terdiri atas ahli teologi dan tenaga medis. Komisi ini diberi tugas untuk menyelidiki peristiwa tersebut secara menyeluruh, baik dari sudut pandang ilmiah maupun teologis, sebelum hasilnya disampaikan kepada Kongregasi untuk Ajaran Iman di Vatikan.
Penelitian Ilmiah
Catatan Redaksi
Penyelidikan ilmiah terhadap Mukjizat Ekaristi Legnica merupakan salah satu aspek yang paling banyak dibahas dalam berbagai publikasi. Namun, hingga artikel ini disusun, laporan laboratorium lengkap (full laboratory report), data penelitian asli, maupun publikasi ilmiah yang telah melalui proses peer review tidak ditemukan dalam arsip publik.
Dokumen resmi yang tersedia dari Keuskupan Legnica berupa komunike Uskup mengenai hasil penyelidikan, sedangkan rincian proses pemeriksaan laboratorium terutama diketahui melalui wawancara Dr. Barbara Engel, seorang ahli jantung yang menjadi anggota komisi gerejawi penyelidikan serta dokumen cuplikan Laporan Laboratorium Universitas Kedokteran Pomerania. Oleh karena itu, uraian berikut disusun dengan membedakan secara jelas antara informasi yang berasal dari komunike resmi Keuskupan dan informasi yang berasal dari kesaksian Dr. Engel.
1. Penyelidikan Awal
Setelah hosti yang telah dikonsekrasi menunjukkan perubahan berupa munculnya noda merah pada 4 Januari 2014, Pastor Andrzej Ziombra, pastor paroki Gereja Santo Hyacinthus di Legnica, segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Uskup Legnica, Mgr. Stefan Cichy.
Menurut keterangan yang kemudian disampaikan oleh Dr. Barbara Engel, pemeriksaan dilakukan oleh dua lembaga kedokteran forensik di Polandia, yaitu:
-
Institute of Forensic Medicine, Wrocław Medical University (Wrocław).
-
Institute of Forensic Medicine, Pomeranian Medical University (Szczecin).
Kedua lembaga tersebut melakukan analisis histopatologi dan pemeriksaan forensik terhadap sampel yang diambil dari hosti. Setelah seluruh proses penyelidikan selesai, hasilnya disampaikan kepada Kongregasi untuk Ajaran Iman (kini Dikasteri untuk Ajaran Iman) di Vatikan sebagai bagian dari prosedur kanonik.
2. Komunike Resmi Keuskupan Legnica

Pada 10 April 2016, Uskup Legnica, Mgr. Zbigniew Kiernikowski, menerbitkan komunike resmi mengenai hasil penyelidikan yang telah berlangsung selama lebih dari dua tahun.
Dalam komunike tersebut dinyatakan bahwa pemeriksaan histopatologi menemukan fragmen jaringan yang mengandung bagian-bagian otot lurik. Menurut hasil analisis, keseluruhan gambaran jaringan tersebut paling menyerupai miokardium (otot jantung manusia). Keuskupan juga menyampaikan bahwa perubahan yang ditemukan memiliki karakteristik yang lazim dijumpai pada jaringan yang mengalami penderitaan berat atau keadaan menjelang kematian (agony).
Komunike tersebut juga menyebutkan bahwa pemeriksaan genetik menunjukkan jaringan tersebut berasal dari manusia. Namun demikian, Keuskupan tidak mempublikasikan laporan laboratorium lengkap, metode analisis, maupun data ilmiah yang mendasari kesimpulan tersebut.
Setelah menerima seluruh hasil penyelidikan, Kongregasi untuk Ajaran Iman memberikan persetujuan agar relik hosti tersebut dipersiapkan untuk penghormatan publik oleh umat beriman.
3. Penjelasan Dr. Barbara Engel

Dr. Barbara Engel adalah seorang dokter spesialis jantung (kardiolog) yang selama lebih dari dua dekade memimpin Departemen Kardiologi Rumah Sakit Spesialis Provinsi di Legnica. Dalam penyelidikan Mukjizat Ekaristi Legnica, ia menjadi anggota komisi gerejawi dan turut menjelaskan kepada publik hasil pemeriksaan ilmiah yang dilakukan oleh laboratorium forensik.
Salah satu penjelasan paling rinci mengenai proses penelitian ilmiah disampaikan oleh Dr. Barbara Engel, seorang ahli jantung yang menjadi anggota komisi gerejawi penyelidikan, dalam wawancaranya dengan jurnalis Prancis Olivier Bault.
Menurut Dr. Engel, pada tahap awal sebenarnya terdapat beberapa ilmuwan dan lembaga penelitian lain yang ikut memeriksa sampel. Namun, tidak semuanya bersedia mengeluarkan pendapat ilmiah secara tertulis. Ia menyatakan bahwa setelah mengetahui sampel tersebut berasal dari hosti yang telah dikonsekrasi, beberapa peneliti memilih mengundurkan diri dari proses pemberian opini resmi.
Dalam wawancara ia mengatakan
"Sampel dianalisis menggunakan sinar ultraviolet dengan filter oranye, dan hasilnya tidak meragukan. Kami mengidentifikasi serabut-serabut miokardium, khas jaringan otot jantung, dengan perubahan-perubahan yang lazim dijumpai pada keadaan menjelang kematian (agony)."
Ketika ditanya apakah para ilmuwan yang mengundurkan diri meragukan identifikasi jaringan tersebut, Dr. Engel menjawab bahwa mereka tidak mempertanyakan hasil identifikasi jaringan sebagai miokardium (otot jantung), tetapi menolak menandatangani laporan resmi setelah mengetahui asal-usul sampel.
Perlu dicatat bahwa keterangan mengenai adanya ilmuwan atau lembaga lain yang mengundurkan diri tidak tercantum dalam komunike resmi Keuskupan Legnica maupun dalam laporan ilmiah yang dipublikasikan kepada umum. Informasi tersebut berasal dari kesaksian Dr. Barbara Engel dalam sebuah wawancara dan hingga kini belum dapat diverifikasi secara independen melalui dokumen resmi dari lembaga-lembaga yang bersangkutan.
Cuplikan Laporan Laboratorium Universitas Kedokteran Pomerania Download pdf Legnica_report_excerpt
Salah satu dokumen yang berhasil ditemukan selama penyusunan artikel ini adalah cuplikan terjemahan laporan dari Institute of Forensic Medicine, Pomeranian Medical University (PUM), Szczecin, Polandia.
Dokumen tersebut bertanggal 9 Desember 2015 dengan nomor Sygn. Ldz. 1160/15 dan Eksp. 1800/2015. Laporan ini dibuat sebagai tanggapan atas permintaan Keuskupan Legnica untuk melakukan pemeriksaan histopatologi terhadap sampel yang berasal dari Gereja Santo Hyacinthus di Legnica. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa material pemeriksaan diserahkan oleh Dr. Barbara Engel bersama Pastor Andrzej Ziombra.
Menurut laporan tersebut, laboratorium melakukan pemeriksaan histopatologi terhadap preparat jaringan yang diwarnai menggunakan metode hematoksilin-eosin (H&E), termasuk material yang dipotong dari blok jaringan.

Pemeriksaan menunjukkan bahwa fragmen jaringan telah mengalami autolisis (proses penguraian alami sel setelah kematian), sementara serabut-serabut otot yang masih tersisa memperlihatkan fragmentasi.
Laporan menjelaskan bahwa pola fragmentasi tersebut sangat umum dijumpai pada otot jantung (miokardium), meskipun dalam keadaan tertentu juga dapat ditemukan pada otot rangka.
Selain itu, unsur jaringan ikat yang masih tampak mengalami autolisis tingkat lanjut sehingga tidak lagi memungkinkan identifikasi yang lebih spesifik.
Pada bagian kesimpulan, para peneliti menyatakan bahwa gambaran histologis keseluruhan menunjukkan jaringan otot lurik (transversely striated muscle), dan bahwa keseluruhan gambaran pada preparat histopatologi paling menyerupai otot jantung yang mengalami fragmentasi serabut otot.
Laporan juga menjelaskan bahwa perubahan semacam ini pada jaringan miokardium sering dijumpai pada keadaan hipoksia otot jantung atau fibrilasi ventrikel, dan dalam praktik patologi forensik kerap berkaitan dengan fase menjelang kematian (agony).
Pernyataan ini merupakan penjelasan mengenai karakteristik patologis jaringan yang diamati, bukan penetapan penyebab biologis maupun penyebab kematian seseorang.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa seluruh material yang diperiksa belum memperlihatkan karakteristik yang dapat menentukan spesies secara pasti. Oleh karena itu, laboratorium menyatakan bahwa akan dilakukan upaya untuk menentukan asal spesies dan profil genetik dari jaringan tersebut. Cuplikan dokumen yang tersedia tidak memuat hasil akhir dari analisis genetik tersebut, sehingga tidak dapat dipastikan apakah pemeriksaan tersebut telah selesai ataupun bagaimana kesimpulan akhirnya.
Keberadaan cuplikan laporan ini penting karena menunjukkan bahwa sebagian hasil penyelidikan ilmiah memang terdokumentasi dalam bentuk laporan laboratorium resmi. Namun demikian, hingga artikel ini disusun, laporan lengkap beserta lampiran hasil pemeriksaan, data mikroskopis, dan analisis genetik belum dipublikasikan kepada umum, sehingga beberapa rincian yang sering beredar di internet masih belum dapat diverifikasi secara independen.
Kesaksian
- Insiden Awal: Pastor Andrzej memberikan kesaksian bahwa pada tanggal 25 Desember 2013, selama perayaan Misa Natal, sebuah Hosti kudus yang telah dikonsekrasi tidak sengaja terjatuh ke lantai saat pembagian komuni kepada umat. Sesuai pedoman baku liturgi, Hosti tersebut segera diambil dan ditempatkan ke dalam wadah berisi air (vasculum) agar melarut.
- Kejutan Setelah Dua Minggu: Pada tanggal 4 Januari 2014, Pastor Andrzej bersama para imam paroki memeriksa wadah tersebut untuk memastikan apakah Hosti sudah larut sepenuhnya. "Seketika itu juga kami melihat bahwa Hosti tersebut tidak larut, dan sebuah noda merah pekat muncul menutupi sekitar seperlima dari permukaannya," kenang Pastor Andrzej.
- Perubahan Warna yang Misterius: Beliau bersaksi bahwa seiring berjalannya waktu, noda merah pada Hosti tersebut tidak membusuk atau pudar, melainkan mengalami perubahan warna dari merah darah yang sangat pekat menjadi merah kecokelatan. Hal inilah yang mendorongnya segera melapor ke Uskup untuk pembentukan tim investigasi teologis dan medis.
- Pertobatan Radikal Musuh Gereja: Salah satu kisah pertobatan yang paling menyentuh hati Pastor Andrzej terjadi pada seorang pria di komunitas lokalnya. Pria tersebut dikenal sangat memusuhi Gereja Katolik sepanjang hidupnya dan aktif menentangnya.
Pastor Andrzej menceritakan bahwa melalui cara yang tidak dapat dijelaskan dan luar biasa, pria tersebut disentuh oleh Allah setelah peristiwa mukjizat ini.
"Setelah 50 tahun, ia akhirnya kembali melakukan pengakuan dosa pertamanya dan menerima Komuni Kudus. Ia secara radikal mengubah seluruh hidup dan sikapnya terhadap Tuhan menjadi seorang beriman yang sangat berkobar-kobar," ungkapnya. - Dampak Spiritual Global (Impuls Bagi Dunia): Pastor Andrzej bersaksi bahwa aliran peziarah yang datang dari berbagai penjuru dunia ke parokinya membuktikan bahwa Mukjizat Legnica adalah sebuah sinyal atau impuls spiritual dari Tuhan untuk menyadarkan iman manusia modern. Peziarah datang untuk bermeditasi dan merenungkan kehadiran nyata Yesus dalam Ekaristi.
- Transformasi Panggilan Imamat Pribadi: Secara pribadi, Pastor Andrzej mengakui bahwa panggilan hidupnya sebagai seorang imam mengalami pendalaman yang sangat drastis sejak peristiwa ini. Menggembalakan paroki tempat ditemukannya "jaringan otot jantung yang sedang sekarat" di dalam Hosti membuatnya memikul tanggung jawab iman yang besar untuk terus mewartakan Injil tanpa kompromi.

Vatikan
- Rekomendasi Resmi Kongregasi Ajaran Iman (Januari 2016)
Setelah menerima seluruh berkas investigasi teologis, foto kronologis, dan laporan pengujian histopatologi dari dua universitas kedokteran forensik Polandia, Vatikan melakukan peninjauan mendalam pada Januari 2016. CDF menyatakan bahwa fenomena tersebut memiliki karakteristik supernatural dan tidak ditemukan bukti manipulasi atau penipuan biologis. - Pemberian Izin Venerasi Publik (Veneration Approval)
Vatikan memberikan persetujuan penuh (official permission) kepada keuskupan untuk memamerkan Hosti tersebut. Berdasarkan hukum kanonik Gereja Katolik, sebuah objek tidak boleh dipajang untuk disembah atau dihormati secara publik sebagai relikui suci sebelum mendapatkan persetujuan dan verifikasi dari Takhta Suci. - Mandat Pelaksanaan Maklumat Keuskupan (April 2016)
Vatikan menginstruksikan Uskup Legnica saat itu, Mgr. Zbigniew Kiernikowski, untuk mengumumkan mukjizat tersebut kepada publik dunia. Berdasarkan arahan dan instruksi Vatikan ini, Uskup Kiernikowski merilis Maklumat Resmi (Communiqué) pada 10 April 2016 yang menyatakan secara definitif bahwa Hosti tersebut "memiliki tanda-tanda Mukjizat Ekaristi". Vatikan juga memandatkan paroki Sanktuarium Santo Hiasintus untuk membangun altar dan monstrans khusus guna ketertiban ibadah umat.
Relik Mukjizat Ekaristi Legnica
Nama Tempat Suci: Sanktuarium Santo Hiasintus (Sanktuarium św. Jacka / Church of Saint Hyacinth).
Titik Spesifik: Di dalam bangunan utama gereja, tepatnya pada sebuah altar kapel khusus yang dirancang khusus untuk peziarahan Mukjizat Ekaristi sejak tahun 2016.
Wadah dan Metode Penyimpanan Fisik
- Penyematan pada Korporal: Fragmen materi merah (jaringan otot jantung) yang terlepas dari Hosti diletakkan di atas sebuah kain putih suci kecil yang disebut korporal.
- Dipajang di dalam Monstrans: Kain korporal yang menampung relik tersebut kemudian dimasukkan ke dalam sebuah Monstrans (wadah suci keagamaan terbuat dari logam mulia).
- Kapsul Kaca Kedap Udara: Bagian tengah monstrans tempat relik berada dilapisi oleh kapsul kaca pelindung bening. Hal ini bertujuan agar relik tetap terlihat jelas oleh para peziarah dari jarak dekat, namun tetap terlindung dari kelembapan udara luar, debu, atau sentuhan fisik langsung demi menjaga kelestariannya secara alami.
Referensi
https://www.stmike.org/from-the-pastors-desk/eucharistic-miracles-legnica-2013
https://www.churchpop.com/the-extraordinary-christmas-eucharistic-miracle-of-2013-cardiac-muscle-typical-of-an-agony/

