Mukjizat Ekaristi

Sejarah, dokumentasi, dan penelitian mengenai mukjizat Ekaristi di seluruh dunia.

Mujizat Ekaristi Lanciano : Mukjizat Ekaristi Tertua yang Terdokumentasi

Ringkasan

Mukjizat Ekaristi Lanciano merupakan salah satu mukjizat Ekaristi tertua dan paling terkenal dalam sejarah Gereja Katolik. Peristiwa ini diperkirakan terjadi antara tahun 730–750 Masehi di kota Lanciano, wilayah Abruzzo, Italia.

mukjizat lanciano

Menurut tradisi yang diwariskan selama berabad-abad, seorang imam dari ritus Timur yang sedang merayakan Perayaan Ekaristi mengalami keraguan akan kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Mahakudus. Ketika ia mengucapkan kata-kata konsekrasi, roti berubah menjadi Daging, sedangkan anggur berubah menjadi Darah. Peristiwa tersebut disaksikan oleh umat yang hadir dan sejak saat itu reliknya dihormati hingga kini.

Selama lebih dari dua belas abad, relik Mukjizat Ekaristi Lanciano tetap terpelihara dan menjadi tujuan peziarahan umat dari berbagai penjuru dunia. Pada abad ke-20, relik tersebut juga menjalani penelitian ilmiah yang menarik perhatian dunia karena hasilnya menunjukkan bahwa relik tersebut berupa jaringan otot jantung manusia dan darah manusia bergolongan AB. Pembahasan ilmiah secara lengkap dapat dibaca pada artikel kajian tersendiri.


Latar Belakang Sejarah

Mukjizat ini terjadi pada masa yang penuh gejolak dalam sejarah Gereja. Sekitar abad ke-8, Kekaisaran Bizantium di bawah Kaisar Leo III melancarkan gerakan ikonoklasme, yaitu penolakan terhadap penghormatan kepada gambar-gambar suci. Kebijakan tersebut memicu penganiayaan terhadap banyak rohaniwan dan biara di wilayah Timur.

Akibat situasi tersebut, sejumlah biarawan Yunani dari Ordo Basilian mengungsi ke Italia. Sebagian menetap di kota Lanciano dan melayani umat di sebuah gereja kecil yang didedikasikan kepada Santo Legontianus (San Legonziano). Di gereja inilah peristiwa Mukjizat Ekaristi diyakini terjadi.

relik mukjizat lanciano


Peristiwa Mukjizat

Tradisi Gereja tidak mencatat nama imam yang mengalami mukjizat tersebut. Yang diketahui hanyalah bahwa ia adalah seorang biarawan Basilian yang sedang mengalami pergulatan batin mengenai ajaran Gereja tentang Kehadiran Nyata Kristus dalam Ekaristi.

Saat merayakan Perayaan Ekaristi Kudus, tepat setelah mengucapkan kata-kata konsekrasi, ia menyaksikan sendiri roti di atas altar berubah menjadi Daging, sedangkan anggur di dalam piala berubah menjadi Darah.

Terkejut sekaligus dipenuhi sukacita, imam tersebut segera memperlihatkan mukjizat itu kepada umat yang mengikuti Misa. Tradisi menyebutkan bahwa ia mengakui keraguannya telah sirna dan mengajak semua orang yang hadir untuk memandang tanda yang telah dinyatakan Allah di hadapan mereka.

Peristiwa inilah yang kemudian dikenal sebagai Mukjizat Ekaristi Lanciano, dan sejak saat itu reliknya terus dihormati sebagai kesaksian iman akan kehadiran nyata Kristus dalam Sakramen Ekaristi.


Perjalanan Relik

Selama berabad-abad, relik Mukjizat Ekaristi disimpan di gereja tempat mukjizat itu terjadi. Seiring perjalanan sejarah, tanggung jawab pemeliharaannya berpindah dari para biarawan Basilian kepada Ordo Benediktin, dan akhirnya kepada Ordo Fransiskan.

Pada tahun 1258, para Fransiskan membangun kembali gereja tersebut dan mendedikasikannya kepada Santo Fransiskus dari Assisi. Hingga saat ini, relik masih disimpan di Gereja Santo Fransiskus yang berdiri di lokasi yang sama.

Relik juga melewati berbagai masa sulit, termasuk peperangan dan ancaman penjarahan. Salah satu kisah yang paling dikenal terjadi pada tahun 1566, ketika seorang biarawan Fransiskan bernama Giovanni Antonio di Mastro Renzo berusaha menyelamatkan relik tersebut. Pada 1 Agustus 1566, ia membawa relik keluar dari kota Lanciano.
Namun, setelah berjalan sepanjang malam, keesokan paginya ia mendapati dirinya masih berada di gerbang kota Lanciano.
Peristiwa itu dipahami sebagai tanda bahwa relik Mukjizat harus tetap berada di kota tersebut. Karena itu, ia bersama rekan-rekannya memutuskan untuk tetap tinggal dan menjaga relik di tempat asalnya.


Kondisi Saat Ini

Hingga sekarang, relik Mukjizat Ekaristi masih dapat dilihat oleh para peziarah di Tempat Suci Mukjizat Ekaristi (Santuario del Miracolo Eucaristico) di Gereja Santo Fransiskus, Lanciano.

Gereja Santo Fransiskus Chiesa di San Francesco di Lanciano

Relik Daging dipamerkan di bagian tengah sebuah monstrans, sedangkan lima gumpalan Darah yang telah mengering disimpan dalam bejana kristal di bawahnya.

Selama berabad-abad, relik tersebut telah beberapa kali menjalani pemeriksaan resmi oleh otoritas Gereja guna memastikan keaslian dan kesinambungan sejarahnya. Tradisi penghormatan kepada relik Mukjizat Ekaristi terus berlangsung hingga hari ini dan menjadi tujuan peziarahan umat Katolik dari berbagai negara.


Penelitian Ilmiah

Pada tahun 1970, relik Mukjizat Ekaristi Lanciano menjalani pemeriksaan ilmiah oleh tim yang dipimpin Dr. Edoardo Linoli, didampingi Prof. Ruggero Bertelli. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa relik yang diperiksa merupakan jaringan otot jantung manusia (miokardium) dan darah manusia bergolongan AB, tanpa ditemukan tanda-tanda penggunaan bahan pengawet.

Hasil penelitian ini semakin menarik perhatian dunia dan menjadi salah satu aspek yang paling banyak dipelajari dari Mukjizat Ekaristi Lanciano.

Fig. 1 Eosina x 200


 Sumber dan Bacaan Lanjutan